Obligasi Syariah

  1. Pengertian Obligasi Syariah

Obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada investor dengan janji membayar bunga selama satu periode tertentu serta membayar nilai nominalnya pada saat jatuh tempo.

Berdasarkan fatwa DSN-MUI No.31/DSN-MUI/IX/2002. Obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa hasil/margin/fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

  1. Macam – macam Obligasi syariah

Dua jenis obligasi syariah yang beredar adalah Obligai Syariah Mudharabah dan Obligasi Ijarah. Masing-masing disahkan oleh fatwa DSN-MUI no.32/DSN-MUI/XI/2002 dan fatwa DSN-MUI no.41/DSN-MUI/III/2004.

Adapun kaidah syariah untuk obligasi syariah ini antara lain :

  • Bersifat muqharadah karena tidak harus menanggung rugi
  • Dapat menerima pembagian dari pendapatan, dimana emitten mengikat diri untuk membatasi penggunaan pendapatan sebagai biaya usaha
  • Dapat dijual di bawah nilai paru(modal awal) kalau perusahaan mengalami kerugian.
  • Perubahan nilai pasar bukan berarti perubahan jumlah utang.
  1. aplikasi obligasi berbasis syariah

adapun transaksi obligasi syariah yang berlaku di Indonesia adalah sebgai berikut :

  1. Obligasi Mudharabah

Dalam fatwa No. 33/DSN-MUI/X/2002 tentang obligasi syariah mudharabah dinyatakan bahwa obligasi syariah mudharabah adalah obligasi yang berdasarkan mudharabah dengan memperhatikan substansi fatwa no. 07/DSNMUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudharabah.

Obligasi mudharabah memakai akad bagi hasil pada saat emiten telah diketahui dengan jelas. Penerapan mudharabah dalam obligasi cukup sederhana. Emiten bertindak selaku mudharib (pengelola dana) dan investor bertindak selaku shohibul mal. Keuntungan yang diperolah investor merupakan bagian proporsional keuntungan dari pengelolaan dana dari investor.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan struktur obligasi mudharabah, diantaranya :

  1. Obligasi syariah mudharabah merupakan bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk investasi dalam jumlah besar dan jangka waktu yang relative panjang.
  2. obligasi syariah mudharabah dapat digunakan untuk pendaan umum, seperti pendanaan modal kerja
  3. kecenderungan regional dan global, dari penggunaan struktur murabahah dan ba’I bitsamanil ajil menjadi mudharabah dan ijarah.

Contoh:

Perusahaan berlian laju tanker menerbitkan obligasi mudharabah senilai Rp. 100 milyar. Dnaanya digunakan untuk membeli kapal tanker (66%) dengan tambahan modal kerja perusahaan (34%). Obligasi berjangka waktu 5 tahun yang dicetakkan di BES ini memperoleh keuntungan dari bagi hasil berdasarkan pendapatan perseroan kapal tanker MT. gardini atau kapal lain yang beroperasi untuk melayani pertamina, sehingga returnnya setiap tahu sesuai pendapatan.

  1. Obligasi Ijarah

Fatwa no. 41/DSN-MUI/III/2004, obligasi ijarah adalah obligasi syariah berdasarkan akad ijarah dengan memperhatikan substansi fatwa no. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan Ijarah. Akad ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. Artinya, pemilik harta memberikan hak untuk memanfaatkan objek yang ditransaksikan melalui penguasaan sementara atau peminjaman objek dengan manfaat tertentu dengan membayar imbalan kepada pemilik objek. Ijarah mirip dengan leasing, tetapi tidak sepenuhnya sama. Dalam akad ijarah disertai dengan adanya pemindahaan manfaat tetapi tidak terjadi perpindahan kepemilikan.

Contoh :

Penerapan akad ijarah secara praktis dapat kita lihat pada Matahari Department store. Perusahaan ritel ini mengeluarkan obligasi ijarah senilai Rp. 100 miliar. Dananya digunakan untuk menyewa ruangan usaha dengan akad wakalah, dimana matahari bertindak sebgai wakil untuk melaksanakan ijarah atas ruangan usaha dari pemiliknya (pemegang obligasi/investor). Ruang usaha yang disewa adalah cilandak town square di Jakarta. Ruang usaha tersebut dimanfaatkan matahari sesuai dengan akad wakalah, dimana atas manfaat tersebut matahari melakukan pembayaran sewa,dan dana obligasi. Fee ijarah dibayarkan setiap tiga bulan, sedangkan dana obligasi dibayarkan pada saat pelunasan obligasi. Jangka waktu obligasi tersebut selama 5 tahun.

REFERENSI :

  • Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution,Inestasi Pada Pasar Modal Syariah,(Jakarta:kencana 2008) ed. Revisi cet. Ke-2
  • GOOGLE.COM

2 Comments

Please Comment Dooooong !!! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s